Senin, 28 Februari 2011

Pengantar Radiobiomedik

Secara harfiah, Radiobiomedik dapat diartikan Radio = Radiasi/Radioaktif, Bio = Makhluk Hidup dan Medik = Kesehatan. Berdasarkan asal kata tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Radiobiomedik merupakan salah satu kajian ilmu pengetahuan di bidang penerapan teknologi radioaktif pada makhluk hidup untuk tujuan kesehatan. 

Akhir-akhir ini pengembangan radiobiomedik mulai bersaing dengan kajian ilmu kesehatan yang lainnya baik untuk tujuan diagnosa maupun terapi. Prinsip penerapan Radiobiomedik adalah dengan menggunakan isotop radioaktif (radionuklida) yang bergantung pada waktu paruh dari radionuklida tersebut. Prinsip ini menggunakan suatu teknik perunut dari suatu sedian (radiofarmaka) dengan menggunakan metode pencitraan. Proses awal dalam teknik ini adalah dengan cara menginduksi suatu radiofarmaka ke dalam tubuh makhluk hidup. Secara bertahap radifarmaka tersebut akan mengalami proses distribusi oleh aliran darah. Namun, radiofarmaka tersebut penyebarannya belum pasti merata ke setiap organ tubuh, hanya organ tubuh tertentulah yang akumulasi radiofarmakanya sangat tinggi seperti organ yang diserang kanker atau infeksi mikroorganisme. Hal ini dapat diketahui dengan pemotretan menggunakan kamera gamma sehingga teknik ini sangat efektik untuk mendeteksi kanker dan penyakit infeksi secara dini.

Seiring dengan perkembangannya, bidang Radiobiomedik mengalami tantangan yang cukup berat, hal ini dikarenakan teknologi yang digunakan cukup mahal sehingga berimbas pada pasien sebagai pengguna jasa tersebut yang harus mengeluarkan dana cukup besar. Oleh sebab itu, penelitian terus dilakukan untuk mengatasi setiap kekurangan dalam pengembangan Radiobiomedik dari segi keamanan, manfaat dan biaya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar