Jumat, 04 Maret 2011

Dampak Positif Penggunaan Radioisotop Bagi Kesehatan

Banyak orang beranggapan bahwa nuklir hanya berkaitan dengan senjata yang mematikan, sampai-sampai timbul rasa ketakutan jika mereka harus berhadapan langsung dengan nuklir. Ada benarnya paradigma tersebut karena teknologi nuklir merupakan salah satu teknologi yang harus memiliki Zero Human Error karena dapat berakibat fatal jika terjadi kelalaian. Namun, jika dilakukan dengan benar teknologi nuklir tersebut akan sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat seperti dalam bidang pertanian, energi dan kesehatan.       

Unsur radiaoaktif alam dan buatan menunjukkan aktivitas radiasi yang sama yaitu radiasi sinar-α, sinar-ß, dan sinar-γ. Inti induk setelah melakukan satu kali pancaran akan menghasilkan inti anak. Prinsip radiasinya mengikuti Hukum Kekekalan Nomor Massa. Sifat alamiah sinar radioaktif dipelajari dengan menggunakan medan magnit.

  1. Sinar alfa merupakan radiasi partikel yang bermuatan positif. Partikel sinar alfa sama dengan inti helium -4, bermuatan +2e dan bermassa 4 sma. Partikel alfa adalah partikel terberat yang dihasilkan oleh zat radioaktif. Sinar alfa dipancarkan dari inti dengan kecepatan sekitar 1/10 kecepatan cahaya. Karena memiliki massa yang besar daya tembus sinar alfa paling lemah diantara diantara sinar-sinar radioaktif. Diudara hanya dapat menembus beberapa cm saja dan tidak dapat menembus kulit. Sinar alfa dapat dihentikan oleh selembar kertas biasa. Sinar alfa segera kehilangan energinya ketika bertabrakan dengan molekul media yang dilaluinya. Tabrakan itu mengakibatkan media yang dilaluinya mengalami ionisasi. Akhirnya partikel alfa akan menangkap 2 elektron dan berubah menjadi atom h
  2. Sinar beta merupakan radiasi partikel bermuatan negatif. Sinar beta merupakan berkas elektron yang berasal dari inti atom. Partikel beta yang bemuatan -le dan bermassa 1/836 sma. Karena sangat kecil, partikel beta dianggap tidak bermassa sehingga dinyatakan dengan notasi . Energi sinar beta sangat bervariasi, mempunyai daya tembus lebih besar dari sinar alfa tetapi daya pengionnya lebih lemah. Sinar beta paling energetik dapat menempuh sampai 300 cm dalam udara kering dan dapat menembus kulit.
  3. Sinar gamma adalah radiasi elektromagnetek berenergi tinggi, tidak bermuatan dan tidak bermassa. Sinar gamma dinyatakan dengan notasi . Sinar gamma mempunyai daya tembus. Selain sinar alfa, beta, gamma, zat radioaktif buatan juga ada yang memancarkan sinar X dan sinar Positron. Sinar X adalah radiasi sinar elektromagnetik

Penggunaan teknologi nuklir (radioisotop) dalam bidang kesehatan akhir-akhir ini sangat marak dikembangkan  karena memiliki banyak sekali manfaat. Pada penderita kanker biasanya digunakan terapi radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tumbuh. Energi radiasi yang diterima sel-sel kanker akan mengakibatkan materi genetiknya mengalami degenerasi fungsi sehingga pembelahan sel yang tidak terkontrol akan terhambat. Dengan terhambatnya pembelahan sel-sel tersebut maka dapat mengurangi bahkan menghentikan aktivitas sel kanker. Terapi radiasi dapat digunakan pada hampir semua kanker seperti kanker otak, rahim, payudara dan lain sebagainya.

Perlu juga diperhatikan bahwa pada saat radiasi sel kanker, tidak hanya sel tersebut yang yang terkena radiasi, tetapi sel-sel normal juga akan mati oleh efek radiasi. Oleh sebab itu para dokter berusaha untuk hanya membunuh sel kanker tanpa membunuh sel normal. ada beberapa teknik radiasi yang sering dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker, yaitu (rumahkanker.com) : 
  1. Radiasi Tiga Dimensi. Radiasi ini dilakukan dengan alat Computed Tomography (CT), Magnetic Resonance Imaging (MRI), Positron Emission Tomography (PET), atau Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT). Dengan alat-alat ini lokasi, ukuran, dan bentuk kanker bisa diketahui dengan pasti. Berdasar data itu, kemudian dirancang suatu pola radiasi yang sesuai, sedemikian rupa sehingga pancaran radiasi bisa mengenai seluruh jaringan kanker tanpa menyentuh sel sehat di sekitarnya. Dengan cara ini radiasi bisa diberikan dalam dosis tinggi. Sering digunakan untuk mengobati kanker prostat, paru-paru, hati, nasofaring, dan beberapa jenis kanker otak.
  2. Stereotactic Radiosurgery. Lazim digunakan untuk mengobati kanker otak. Penderita mengenakan alat semacam helm yang bisa memancarkan radiasi dari berbagai arah. Dengan alat ini, dosis dan sasaran radiasi bisa diukur dengan tepat, nyaris tanpa mengganggu jaringan di sekitarnya. Beda dengan bedah otak konvensional, “bedah radiasi” ini tidak sakit, tidak menyebabkan perdarahan, dan tidak mempunyai resiko infeksi. 
  3. Stereotactic radiotherapy. Prinsipnya mirip dengan stereotactic radiosurgery, tetapi menggunakan alat yang bisa bergerak bebas mengitari tubuh pasien. Dengan demikian bisa digunakan untuk mengobati kanker otak maupun kanker di bagian tubuh yang lain. Bedanya adalah, stereotactic radiotheraphy diberikan dalam dosis kecil beberapa kali sehari untuk mengurangi efek samping.
Dampak positif lainnya dari radioisotop adalah sebagai perunut untuk diagnosis sel kanker maupun infeksi  mikroorganisme. bahka metode ini sangat peka dalam mendeteksi infeksi maupun pertumbuhan awal sel kanker dibandingkan metode yang lainnya.                       


Tidak ada komentar:

Posting Komentar