Rabu, 18 Januari 2012

Ketidakstabilan Hidup

Kehidupan adalah jalan yang begitu dinamis, laksana ombak yang selalu bergejolak demikian lah jalan harus kita arungi. Terkadang badai yang datang, terkadang pula ketenangan lautan yang kita rasakan. Seakan menimbulkan dualitas sisi kehidupan yang takkan pernah terpisah oleh hasyrat apapun.



Ada kebaikan di dalam ketidakbaikan, ada hitam ketika putih tercipta, ada tangisan di tengah kebahagian, demikianlah dua versi kehidupan yang harus kita jalani secara adil.



Ketidakstabilan jiwa merupakan sesuatu yang alamiah sebagai pertanda kita masih hidup di dalam dunia yang dinamis. Ketidakstabilan itu yang menimbulkan berbagai keinginan, impian, harapan, sayang, sedih, cinta, senyum, marah, dll.



Bersyukurlah karena kita tidak menjadi pribadi yang stabil dan takkan pernah demikian karena Tuhan punya rencana kebaikan agar hidup kita tidak statis, menunggu dan pasrah. Tetapi sebaliknya kehidupan yang Tuhan inginkan dari kita adalah kehidupan yang dinamis di dalam kebaikan, baik bagi diri sendiri, orang lain dan alam.



Arungilah ombak kehidupan dengan keyakinan, carilah kestabilan di jiwa, kurangilah benci, rapatkan keinginan, tuluskan hati, kibarkan semangat, taburkan kebaikan, raihlah peluang, hapus keraguan, kuatkan komitmen, berpikirlah positif dan jadilah pemenang kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar