Senin, 23 Januari 2012

Pahlawan Kejujuran di Buku Antologi Kutukan Negeri Rantau



Batin ku teriris dan hanya bisa menangis dalam sajak ini,
Melihat negeriku yang sulit ku teladani apalagi ku hargai,
Kebohongan seakan harga mati untuk menutupi tekanan hidup yang tak pasti,
Di manakah kucari sebuah kejujuran di negeri ini?
Di manakah ksatria yang berbaju jirah kejujuran itu?

Entah di mana ia berada?
Haruskah ku menyeberangi lautan untuk bertemu Pahlawan Kejujuran itu?
Atau hanya terdiam dalam sebuah kemunafikan yang memenjarakan hati?
Kenapa negeri ini harus membohongi nurani demi mengakali suatu kejujuran?
Sampai kapan racun ini merambah di negeri ku Indonesia?

Aku tak mau terjebak dalam pikiran yang primitif walaupun bayangnya kian nyata,
Aku ingin bebas menyuarakan hati yang terus menggema di jiwa walau itu perih,
Kejujuran bukanlah pembenaran dari teori relativitas yang dangkal,
Kejujuran adalah kebutuhan jiwa yang kuhargai lebih dari sang mentari yang menyinari wajahku,

Wahai Ibu Pertiwi, jika kau masih merasakan jantung mu berdetak,
Sudah saatnya kau meninggalkan bunga kebohongan dalam dirimu, jangan biarkan ia bermekaran,
Meskipun ia begitu harum tapi ia akan menyakiti tubuh hingga ke dalam jiwa mu,
Karena ia racun yang begitu tenar di kalangan pecinta neraka,,,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar