Rabu, 25 April 2012

Prosepek Pengembangan 177Lu-DOTA-Nimotuzumab Sebagai Terapi Kanker Payudara, Versi Sastra



Episode I

“Eh Nimo kenapa engkau hanya melamun di sini? Seperti patung tanpa tuan, kerja sana!” Sapa Hot Cell dengan nada sedikit menanjak.

“Aku bukannya melamun, tetapi aku sedang berpikir. Hari-hari ini aku dilanda oleh berlaksa kegelisahan. Dan semuanya telah menjelma untuk mengurai ketenanganku. Aku benar-benar gugup jika hal itu benar-benar terjadi.” Cerita Nimo dengan nada kepasrahan.

‘Memang apa yang akan menimpamu? Bukankah semua kerjamu berjalan lancar? Bahkan orang-oramg berani membayar mahal untuk jasamu. Coba liat diriku yang jauh dari keberuntungan. Setiap hari aku harus bekerja dengan banyak hal yang dapat membahayakan diriku. Tak terhitung sudah berapa kali aku harus beristirahat karena rusak. Ya, terlepas dari itu semua aku tetap bersyukur karena dengan demikian aku banyak bertemu dengan teman-teman baru. Terakhir aku bertemu dengan 177Lu. Katanya dia akan dijadikan sebagai agen terapi kanker payudara. Sama dengan pekerjaanmu…...”

“Stopp” sela Nimo....
“kau tahu tidak 177Lu itulah akar kegelisahan ku akhir-akhir ini. Rencananya dia akan menjadi partner kerjaku yang baru untuk melawan sel kanker payudara. Aku gugup dan kurang yakin apakah aku bisa bekerja sama dengan dia. Kau kan tahu selama ini aku hanya bekerja sendiri. Tak bisa kubayangkan apa jadinya diriku nanti jika harus dikolaborasikan dengan dia membentuk 177LU-Dota-Nimotuzumab.”

“Itukan cuma kegelisahanmu saja dan kurang beralasan.” Sahut H-Cell.
“Coba liat dirimu sekarang, karier mu semakin menurun karena harus kalah bersaing dengan kedokteran nuklir. Jika berdasarkan data yang ada kanker payudara malah semakin berkembang, banyak wanita yang nyawanya tidak tertolong karena hanya mengandalkan dirimu. Bukankah dengan bergabung dengan 177Lu kalian akan semakin kuat untuk melawan kanker tersebut. Setahu ku 177Lu itu memiliki kemampuan yang besar untuk menghancurkan sel-sel kanker. Bahkan ia bisa menerobos hingga ke akar-akar sel kanker sehingga mampu membunuh sel kanker dengan jumlah yang besar.”

“Baiklah, aku akan mencoba untuk bekerja sama dengannya.” Cetus Nimo.

-Sebulan Kemudian-

Awal baru harus dilalui oleh Nimo. Ia perlahan menerima kenyataan bahwa sekarang ia tidak sendiri. Ada orang lain yang selalu menemaninya untuk melaksanakan tugasnya. Sekarang ia lebih dikenal dengan 177Lu-DOTA-Nimotuzumab. Namun, seperti yang ia kuatirkan, ternyata ia sulit untuk bekerjasama dengan 177Lu ataupun DOTA. Itu semua karena data uji preklinis mereka yang kurang memuaskan. Ada beberapa efek negative yang mereka hasilkan, seperti gangguan jantung dan deposit yang berlebihan pada organ limpa. Hal ini tentunya mengkuatirkan mereka. Tetapi Nimo berharap masalah ini akan cepat diatasi oleh para peneliti. Ia berharap peneliti mampu mengurangi berat molekul mereka sehingga efek samping dapat diminimalisir (1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar