Selasa, 01 Mei 2012

XL Award 2011 : Sebuah Ajang Pembuktian Diri



Menjadi juara menulis tidaklah mudah, perlu usaha dan kerja keras yang konsisten. Berbagai pengorbanan pun tidak bisa terelakkan misalnya dalam hal waktu, tenaga, bahkan materi. Namun, percayalah bahwa apa yang telah dilakukan untuk kebaikan tidak akan pernah berlalu sia-sia. Senin (30 April 2012) merupakan salah satu hari yang setidaknya membuatku menyadari bahwa pengorbanan bukanlah isapan jempol semata. Melalui serangkaian seleksi ketat akhirnya karya tulis ku yang berjudul "Sinergi Peran Pemerintah dan Operator Seluler dalam Membangun Wilayah Perbatasan Indonesia" berhasil meraih juara I di ajang kompetisi bergengsi "XL Award 2011" (Lihat daftar lengkap pemenang di sini).






Awarding dan hadiah XL Award 2011.

Bukan hanya hadiahnya yang membuatku senang, namun nilai dari sebuah usaha yang membuatku bangga. Mengikuti ajang yang seperti ini sangatlah bermanfaat. Tidak hanya bisa mendapatkan hadiah, ternyata dunia tulis menulis juga dapat menambah jaringan relasi antar peserta, juri, dan panitia. Bahkan bila menjadi juara kita akan mendadak terkenal di dunia nyata maupun dunia maya.
 (Presiden Direktur XL, Dirjen Sumber Daya (Kominfo), dan Juri (Pemerhati IT).

Sahabat Seperjuangan.


Bagiku menulis adalah sebuah kesenangan yang dapat membuatku melampiaskan ide-ide yang ada di otak. Sungguh menderitanya bila kreatifitas itu tidak memiliki wadah untuk menyalurkannya. Selain sebagai kesenangan, ternyata kita juga tidak bijak bila mengkotak-kotakkan ilmu. Mungkin banyak yang bertanya, “kamu kan latar belakang pendidikannya ilmu eksata (biologi) dan sekarang bekerja di lembaga riset tetapi mengapa mampu membuat karya tulis di luar bidang ilmumu? Bahkan mampu mengalahkan 840 pesaing lainnya yang mungkin saja memiliki latar belakang di bidang IT”? Pertanyaan ini membuat saya bingung untuk menjawabnya, bukan karena saya tidak tahu jawabannya melainkan saya tidak tahu cara menyampaikannya. Mungkin paradigma kita berbeda, bagi ku ilmu itu tidak bisa dikotak-kotakkan. Biologi hanyalah ilmu dasar yang wajib ditopang oleh disiplin ilmu lainya. Seseorang pernah berkata “orang yang multi talent adalah orang yang paling sulit dimatikan.” Dan saya percaya akan hal itu, setidaknya arus globalisasi yang penuh persaingan menjadi bukti bahwa luasnya wawasan adalah bekal untuk bertahan. 

Semoga karya tulis yang menjadi juara itu (lihat di sini) dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik terutama dari segi teknologi informasi dan komunikasi. AMIN


“Lebih baik bertindak semampunya ketimbang hanya berniat setinggi langit, bekukan idemu lewat tulisan”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar